Minggu, 09 Maret 2014

KLARIFIKASI MAGNOLIOPHYTA KELAS LILIOPSIDA





MAKALAH
KLARIFIKASI MAGNOLIOPHYTA KELAS LILIOPSIDA



KELOMPOK 2 BAB VII
AAS
FENNY SYAFRIANTI
NALA SYARIFAH
PUTRY SEKAR T
RIMA WAROKA
SILMI FADILAH
THE LINGDA Y




S1 Farmasi Non Reguler
Sekolah Tinggi Farmasi Bandung
2012


KATA PENGANTAR

Puji syukur kami  panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa, yang telah berkenan memberi petunjuk dan kekuatan kepada kami sehingga makalah”MORANFISTUM : KLARIFIKASI MAGNOLIOPHYTA KELAS LILIOPSIDA ”ini dapat diselesaikan.
Makalah ini disusun dan dibuat berdasarkan materi – materi yang ada. Materi – materi bertujuan agar dapat menambah pengetahuan dan wawasan
mahasiswa dalam belajar klarifikasi magnoliophyta kelas liliopsida. Serta mahasiswa juga dapat memahami nilai – nilai dasar yang direfleksikan dalam berpikir dan bertindak.
Mudah-mudahan dengan mempelajari makalah ini, para
mahasiswa akan mampu menghadapi masalah-masalah atau kesulitan-kesulitan yang timbul dalam belajar MORANFISTUM serta mengetahui manfaat dan penggunaan MAGNOLIOPHYTA KELAS LILIOPSIDA.Dan dengan harapan semoga mahasiswa mampu berinovasi dan berkreasi dengan potensi yang dimiliki.












































































BAB II
ISI

2.1  Pengertian
Semua tumbuhan berbiji tertutup termasuk dalam divisi magnoliophyta. Divisi Magnoliophyta dibagi menjadi dua kelas berdasarkan jumlah kotiledonnya, yaitu:
  1. Liliopsida (monokotil / berkeping satu)
  2. Magnoliopsida (dikotil/ berkeping dua). 

2.2     Ciri – ciri tumbuhan liliopsida dan Magnoliopsida
A.    Ciri-ciri tumbuhan Liliopsida adalah sebagai berikut:
·         Memiliki pertulangan daun sejajar
·         Batang dengan berkas pembuluh tersebar
·         Batang tidak berkambium, tidak bercabang, tetapi beruas-ruas
·         Bagian bunga bunga berjumlah 3 atau kelipatannya
·         Memiliki akar serabut
B.     Ciri-ciri tumbuhan Magnoliopsida adalah sebagai berikut:
·         Memiliki 2 kotiledon pada biji
·         Tulang daun menjari
·         Berkas pembuluh pada batang tersusun melingkar
·         Daun mahkota bunga 4, 5 atau kelipatannya
·         Memiliki sistem perakaran tunggang

2.3     Kelas Liliopsida
A.    Kelas liliopsida 1 terdiri dari:
·         Suku Araceae
·         Suku Arecaceae
·         Suku Zingiberaceae
·         Suku Poaceae
B.     Kelas liliopsida 2 tersiri dari:
·         Suku Liliaceae
·         Suku Agavaceae
·         Suku Dioscoreaceae
·         Suku Orcidacea

2.4     Kelas Liliopsida 1
·       Suku Zingiberaceae
A.    CURCUMA XANTHORRHIZA
         Nama umum         
·         Indonesia        :Temu Lawak, temulawak
·         Thailand          :Wan chak mot luk
·         Cina                 :Shu gu jiang huang

Klasifikasi
Kingdom               : Plantae (Tumbuhan)
Subkingdom          : Tracheobionta (Tumbuhan berpembuluh)
Super Divisi          : Spermatophyta (Menghasilkan biji)
Divisi                     : Magnoliophyta (Tumbuhan berbunga)
Kelas                     : Liliopsida (berkeping satu / monokotil)
Sub Kelas              : Commelinidae
Ordo                      : Zingiberales
Famili                    : Zingiberaceae (suku jahe-jahean)
Genus                    : Curcuma
Spesies                  : Curcuma xanthorrhiza Roxb.

MORFOLOGI TANAMAN Curcuma xanthorrhiza (Temulawak)
a. AKAR
Akar rimpang terbentuk dengan sempurna dan bercabang kuat, berwarna hijau gelap. Rimpang induk dapat memiliki 3-4 buah rimpang. Warna kulit rimpang cokelat kemerahan atau kuning tua, sedangkan warna daging rimpang oranye tua atau kuning. Rimpang temulawak terbentuk di dalam tanah pada kedalaman sekitar 16 cm. Tiap rumpun umumnya memiliki 6 buah rimpang tua dan 5 buah rimpang muda.
b. BATANG
Temulawak termasuk jenis tumbuh-tumbuhan herba yang batang pohonnya berbentuk batang semu dan tingginya dapat mencapai 2 sampai 2,5 meter berwarna hijau atau cokelat gelap. Pelepah daunnya saling menutupi membentuk batang.Tumbuhan yang patinya mudah dicerna ini dapat tumbuh baik di dataran rendah hingga ketinggian 750 meter di atas permukaan laut. Umbi akan muncul dari pangkal batang, warnanya kuning tua atau coklat muda, panjangnya sampai 15 sentimeter dan bergaris tengah 6 sentimeter. Baunya harum dan rasanya pahit agak pedas.
c. DAUN
Tiap batang mempunyai daun 2 – 9 helai dengan bentuk bundar memanjang sampai bangun lanset, warna daun hijau atau coklat keunguan terang sampai gelap,panjang daun 31 – 84cm dan lebar 10 – 18cm, panjang tangkai daun termasuk helaian 43 – 80cm. Mulai dari pangkalnya sudah memunculkan tangkai daun yang panjang berdiri tegak. Tinggi tanaman antara 2 sampai 2,5 m. Daunnya bundar panjang , mirip daun pisang.
Dibawah ini adalah morfologi dari Curcuma xanthorrhiza (Temulawak) yang berupa bentuk bunga, buah dan biji.
d. BUNGA
Temulawak mempunyai bunga yang berbentuk unik (bergerombol) dan. bunganya berukuran pendek dan lebar, warna putih atau kuning tua dan pangkal bunga berwarna ungu. Bunga mejemuk berbentuk bulir, bulat panjang, panjang 9-23 cm, lebar 4-6 cm. Bunga muncul secara bergiliran dari kantong-kantong daun pelindung yang besar dan beraneka ragam dalam warna dan ukurannya. Mahkota bunga berwarna merah. Bunga mekar pada pagi hari dan berangsur-angsur layu di sore hari Kelopak bunga berwarna putih berbulu, panjang 8 – 13mm, mahkota bunga berbentuk tabung dengan panjang keseluruhan 4.5cm, helaian bunga berbentuk bundar memanjang berwarna putih dengan ujung yang berwarna merah dadu atau merah, panjang 1.25 – 2cm dan lebar 1cm.
e. BUAH
Aroma dan warna khas dari rimpang temulawak adalah berbau tajam dan daging buahnya berwarna kekuning-kuningan. Warna kulit rimpang cokelat kemerahan atau kuning tua, sedangkan warna daging rimpang oranye tua atau kuning.
f. BIJI
Sejauh ini, temulawak belum pernah dilaporkan menghasilkan biji. Karena penanaman temulawak dengan cara menanam rimpang temulawak tersebut. Perbanyakan tanaman temulawak dilakukan menggunakan rimpang rimpangnya baik berupa rimpang induk (rimpang utama) maupun rimpang anakan (rimpang cabang).

B.           Zingiber officinale Rosc.
Nama umum
Indonesia:
Jahe
Inggris:
Ginger
Melayu:
Helia, halia, aliya
Vietnam:
Cay gung
Thailand:
Khing
Pilipina:
Luya, laya, giya
Cina:
Jiang
Jepang:
Shouga

Klasifikasi
Kingdom              : Plantae (Tumbuhan)
          Subkingdom         : Tracheobionta (Tumbuhan berpembuluh)
Super Divisi         : Spermatophyta (Menghasilkan biji)
Divisi                    : Magnoliophyta (Tumbuhan berbunga)
Kelas                    : Liliopsida (berkeping satu / monokotil)
Sub Kelas             : Commelinidae
           Ordo                    : Zingiberales
Famili                   : Zingiberaceae (suku jahe-jahean)
Genus                   : Zingiber
Spesies                 : Zingiber officinale Rosc.
Morfologi Tanaman Jahe
Jika didasarkan pada klasifikasi tanaman jahe di atas, maka ciri morfologisnya bisa diurai sebagai tanaman obat yang dilengkapi dengan bunga dan juga biji tunggal. Akar jahe dalam bentuk rimpang atau umbi. Uniknya, meski digolongkan sebagai tumbuhan magnolophhyta, pada faktanya jahe lebih banyak dikembangkan melalui rimpangnya ketimbang dengan bunga dan bijinya. Batang jahe merupakan batang semu yang bisa mencapai ketinggian maksimal 100 cm. Bagian jahe yang dimanfaatkan adalah rimpang. Hal ini wajar sebab bagian tersebutlah yang memiliki kandungan senyawa kompleks seperti oleoresin (gingerol, shogaol, paradol, zingireone dan lain-lain) serta minyak atsiri. Jika didasarkan pada warna bunga, maka spesies tanaman jahe terbagi ke dalam dua jenis yakni jahe dengan bunga berwarna merah dan jahe dengan bunga berwarna putih.


C.     
Kaempferia galanga L.
Nama umum
Indonesia:
Kencur, cikur (Snd)
Melayu:
Cikur, cekor
Pilipina:
Dusol
Cina:
shan nai
Kaempferia galanga
Kencur
Klasifikasi
Kingdom: Plantae (Tumbuhan)
     Subkingdom: Tracheobionta (Tumbuhan berpembuluh)
         Super Divisi: Spermatophyta (Menghasilkan biji)
             Divisi: Magnoliophyta (Tumbuhan berbunga)
                 Kelas: Liliopsida (berkeping satu / monokotil)
                     Sub Kelas: Commelinidae
                         Ordo: Zingiberales
                             Famili: Zingiberaceae (suku jahe-jahean)
                                 Genus: Kaempferia
                                     Spesies: Kaempferia galanga L.

Kencur (Kaempferia galanga) termasuk suku tumbuhan Zingiberaceae dan digolongkan sebagai tanaman jenis empon-empon yang mempunyai daging buah paling lunak dan tidak berserat. Kencur merupakan terna kecil yang tumbuh subur di daerah dataran rendah atau pegunungan yang tanahnya gembur dan tidak terlalu banyak air. Rimpang kencur mempunyai aroma yang spesifik. Daging buah kencur berwarna putih dan kulit luarnya berwarna coklat. Jumlah helaian daun kencur tidak lebih dari 2-3 lembar dengan susunan berhadapan. Bunganya tersusun setengah duduk dengan mahkota bunga berjumlah antara 4 sampai 12 buah, bibir bunga berwara lembayung dengan warna putih lebih dominan. Kencur tumbuh dan berkembang pada musim tertentu, yaitu pada musim penghujan. Kencur dapat ditanam dalam pot atau di kebun yang cukup sinar matahari, tidak terlalu basah dan di tempat terbuka.

·         SUKU POACEAE
A.    Zea mays L.
Nama umum
Indonesia :Jagung;
Inggris      :Corn;
Pilipina     :Mais;
Cina          :yu shu shu, yu mi xu Jagung
Klasifikasi
Kingdom              : Plantae (Tumbuhan)
Subkingdom         : Tracheobionta (Tumbuhan berpembuluh)
Super Divisi         : Spermatophyta (Menghasilkan biji)
Divisi                    : Magnoliophyta (Tumbuhan berbunga)
Kelas                    : Liliopsida (berkeping satu / monokotil)
Sub Kelas             : Commelinidae
Ordo                     : Poales
Famili                   : Poaceae (suku rumput-rumputan)
Genus                   : Zea
Spesies                 : Zea mays L.
Bagian Yang Digunakan           : Pati yang diperoleh dari biji yang masak (AMYLUM MAYDIS)
Penggunaan                                : Zat tambahan
Zat Berkhasiat Utama / Isi        : Amilosa, amilopektin

Ciri-ciri Habitus:
            Akar jagung tergolong akar serabut yang dapat mencapai kedalaman 8 m meskipun sebagian besar berada pada kisaran 2 m. Batang jagung tegak dan mudah terlihat, sebagaimana sorgum dan tebu, namun tidak seperti padi atau gandum. Terdapat mutan yang batangnya tidak tumbuh pesat sehingga tanaman berbentuk roset. Batang beruas-ruas. Ruas terbungkus pelepah daun yang muncul dari buku. Batang jagung cukup kokoh namun tidak banyak mengandung lignin.
Daun jagung adalah daun sempurna. Bentuknya memanjang. Antara pelepah dan helai daun terdapat ligula. Tulang daun sejajar dengan ibu tulang daun. Permukaan daun ada yang licin dan ada yang berambut.
Jagung memiliki bunga jantandan bunga betina yang terpisah (diklin) dalam satu tanaman (monoecious). Tongkol tumbuh dari buku, di antara batang dan pelepah daun. Pada umumnya, satu tanaman hanya dapat menghasilkan satu tongkol produktif meskipun memiliki sejumlah bunga betina. Buah Jagung siap panen Beberapa varietas unggul dapat menghasilkan lebih dari satu tongkol produktif, dan disebut sebagai varietas prolifik.

B.   Oryza sativa L.
Nama umum
Indonesia :Padi, pari (Jawa), pare (Sunda)
Inggris      :Rice Pilipina:Palai Padi
Klasifikasi
Kingdom              : Plantae (Tumbuhan)
Subkingdom         : Tracheobionta (Tumbuhan berpembuluh)
Super Divisi         : Spermatophyta (Menghasilkan biji
Divisi                    : Magnoliophyta (Tumbuhan berbunga)
Kelas                    : Liliopsida (berkeping satu / monokotil)
Sub Kelas             : Commelinidae
Ordo                     : Poales
Famili                   : Poaceae (suku rumput-rumputan)
Genus                   : Oryza
Spesies                 : Oryza sativa L.
Bagian Yang Digunakan                       :           Pati yang diperoleh dari biji (AMYLUM ORYZAE)
Zat Berkhasiat Utama / Isi        :           Amilosa, amilopektin, air, abu
Penggunaan                                :           Bahan penolong dari sediaan obat

MORFOLOGI TUMBUHAN
A. Akar.
a)      Radikula; akar yang tumbuh pada saat benih berkecambah. Pada benih yang sedang berkecambah timbul calon akar dan batang. Calon akar mengalami pertumbuhan ke arah bawah sehingga terbentuk akar tunggang, sedangkan calon batang akan tumbuh ke atas sehingga terbentuk batang dan daun.
b)      Akar serabut (akaradventif); setelah 5-6 hari terbentuk akar tunggang, akar serabut akan tumbuh.
c)      Akar rambut ; merupakan bagian akar yang keluar dari akar tunggang dan akar serabut. Akar ini merupakan saluran pada kulit akar yang berada diluar, dan ini penting dalam pengisapan air maupun zat-zat makanan. Akar rambut biasanya berumur pendek sedangkan bentuk dan panjangnya sama dengan akar serabut.
d)     Akar tajuk (crown roots) ;adalah akar yang tumbuh dari ruas batang terendah. Akar tajuk ini dibedakan lagi berdasarkan letak kedalaman akar di tanah yaitu akar yang dangkal dan akar yang dalam. Apabila kandungan udara di dalam tanah rendah,maka akar-akar dangkal mudah berkembang.
http://mukegile08.files.wordpress.com/2011/06/slide41.jpg?w=300&h=225
Gambar . Pertumbuhan akar padi
Bagian akar yang telah dewasa (lebih tua) dan telah mengalami perkembangan akan berwarna coklat, sedangkan akar yangbaru atau bagian akar yangmasih muda berwarna putih.
B. Batang.
Padi termasuk golongan tumbuhan Graminae dengan batang yang tersusun dari beberapa ruas. Ruas-ruas itu merupakan bubung kosong. Pada kedua ujung bubung kosong itu bubungnya ditutup oleh buku. Panjangnya ruas tidak sama. Ruas yang terpendek terdapat pada pangkal batang. Ruas yang kedua, ruas yang ketiga, dan seterusnya adalah lebih panjang daripada ruas yang didahuluinya. Pada buku bagian bawah dari ruas tumbuh daun pelepah yangmembalut ruas sampai buku bagian atas.Tepat pada buku bagian atas ujumg dari daun pelepah memperlihatkan percabangan dimana cabang yang terpendek menjadi ligula (lidah) daun, dan bagian yamg terpanjang dan terbesar menjadi daun kelopak yang memiliki bagian auricle pada sebelah kiri dan kanan. Daun kelopak yang terpanjang dan membalut ruas yang paling atas dari batang disebut daunbendera. Tepat dimana daun pelepah teratas menjadi ligula dan daun bendera, di situlah timbul ruas yang menjadi bulir padi.
            Pertumbuhan batang tanaman padi adalah merumpun, dimana terdapat satu batang tunggal/batang utama yang mempunyai 6 mata atau sukma, yaitu sukma 1, 3, 5 sebelah kanan dan sukma 2, 4, 6 sebelah kiri. Dari tiap-tiap sukma ini timbul tunas yang disebut tunasorde pertama.

http://mukegile08.files.wordpress.com/2011/06/slide34.jpg?w=300&h=225
Gambar.  Pertumbuhan daun dan batang padi
Tunas orde pertama tumbuhnya didahului oleh tunas yang tumbuh dari sukma pertama, kemudian diikuti oleh sukma kedua, disusul oleh tunas yang timbul dari sukma ketiga dan seterusnya sampai kepad apembentukan tunas terakhir yang keenam pada batang tunggal.Tunas-tunas yang timbul dari tunas orde pertama disebu ttunas orde kedua. Biasanya dari tunas-tunas orde pertama ini yang menghasilkan tunas-tunas orde kedua ialah tunas orde pertama yang terbawah sekali pada batang tunggal/ utama. Pembentukan tunas dari orde ketiga pada umunya tidak terjadi,oleh karena tunas-tunas dari orde ketiga tidak mempunyai ruang hidup dalam kesesakan dengan tunas-tunas dari orde pertama dan kedua.
C. Daun.
Ciri khas daun padi adalah adanya sisik dan telinga daun. Hal inilah yang menyebabkan daun padi dapat dibedakan dari jenis rumput yang lain. Adapun bagian-bagian daun padi adalah :
a)      Helaian daun ; terletak pada batang padi dan selalu ada. Bentuknya memanjang seperti pita. Panjang dan lebar helaian daun tergantung varietas padi yang bersangkutan.
b)      Pelepah daun (upih) ;merupakan bagian daun yang menyelubungi batang, pelepah daun ini berfungsi memberi dukungan pada bagian ruas yang jaringannya lunak, dan hal ini selalu terjadi.
c)      Lidah daun ; lidah daun terletak pada perbatasan antara helai daun dan upih. Panjang lidah daun berbeda-beda, tergantung pada varietas padi. Lidah daun duduknya melekat pada batang. Fungsi lidah daun adalah mencegah masuknya air hujan diantara batang dan pelepah daun (upih). Disamping itu lidah daun juga mencegah infeksi penyakit, sebab media air memudahkan penyebaran penyakit.
Daun yang muncul pada saat terjadi perkecambahan dinamakan coleoptile. Koleopti keluar dari benih yang disebar dan akan memanjang terus sampai permukaan air. koleoptil baru membuka, kemudian diikuti keluarnya daun pertama, daun kedua dan seterusnya hingga mencapai puncak yang disebut daun bendera, sedangkan daun terpanjang biasanya pada daun ketiga. Daun bendera merupakan daun yang lebih pendek daripada daun-daun di bawahnya, namun lebih lebar dari pada daun sebelumnya. Daun bendera ini terletak di bawah malai padi. Daun padi mula-mula berupa tunas yang kemudian berkembang menjadi daun. Daun pertama pada batang keluar bersamaan dengan timbulnya tunas (calon daun) berikutnya. Pertumbuhan daun yang satu dengan daun berikutnya (daun baru) mempunyai selang waktu 7 hari,dan 7 hari berikutnya akan muncul daun baru lainnya.
http://mukegile08.files.wordpress.com/2011/06/slide111.jpg?w=300&h=225
Gambar 50 Bagian daun tanaman padi
D. Bunga.
Sekumpulan bunga padi (spikelet) yang keluar dari buku paling atas dinamakan malai. Bulir-bulir padi terletak pada cabang pertama dan cabang kedua, sedangkan sumbu utama malai adalah ruas buku yang terakhir pada batang. Panjang malai tergantung pada varietas padi yang ditanam dancara bercocok tanam. Dari sumbu utama pada ruas buku148yang terakhir inilah biasanya panjang malai (rangkaian bunga) diukur. Panjang malai dapat dibedakan menjadi 3 ukuran yaitu malai pendek (kurang dari 20 cm), malai sedang (antara 20-30 cm), dan malai panjang (lebih dari 30cm). Jumlah cabang pada setiap malai berkisar antara 15-20 buah, yang paling rendah 7 buah cabang, dan yang terbanyak dapat mencapai 30 buah cabang. Jumlah cabang ini akan mempengaruhi besarnya rendemen tanaman padi varietas baru, setiap malai bisa mencapai100-120 bunga (Aak, 1992).
Bunga padi adalah bunga telanjang artinya mempunyai perhiasan bunga. Berkelamin dua jenis dengan bakal buah yang diatas. Jumlah benang sari ada 6 buah, tangkai sarinya pendek dan tipis, kepala sari besar serta mempunyai dua kandung serbuk. Putik mempunyai dua tangkai putik, dengan dua buah kepala putik yang berbentuk malai dengan warna pada umumnya putih atau ungu (DepartemenPertanian, 1983).
http://mukegile08.files.wordpress.com/2011/06/slide110.jpg?w=300&h=225
Gambar . Bunga padi dan malai.

Komponen-komponen (bagian) bunga padi adalah:
a)      kepala sari
b)      tangkai sari,
c)      palea (belahan yang besar),
d)     lemma (belahan yang kecil),
e)      kepala putik,
f)       tangkai bunga.
E. Buah.
Buah padi yang sehari-hari kita sebut biji padi atau butir/gabah,sebenarnya bukan biji melainkan buah padi yang tertutup oleh lemma dan palea. Buah ini terjadi setelah selesai penyerbukkan dan pembuahan. Lemma dan palea serta bagian lain yang membentuk sekam atau kulit gabah (Departemen Pertanian, 1983).
Jika bunga padi telah dewasa, kedua belahan kembang mahkota (palea dan lemmanya) yang semula bersatu akan membuka dengan sendirinya sedemikian rupa sehingga antara lemma dan palea terjadi siku/sudut sebesar 30-600. Membukanya kedua belahan kembang mahkota itu terjadi pada umumnya pada hari-hari cerah antara jam 10-12, dimana suhu kira-kira 30-320C. Di dalam dua daun mahkota palea dan lemma itu terdapat bagian dalam dari bunga padi yang terdiri dari bakal buah (biasa disebut karyiopsis).
Jika buah padi telah masak, kedua belahan daun mahkota bunga itulah yang menjadi pembungkus berasnya (sekam). Diatas karyiopsis terdapat dua kepala putik yang dipikul oleh masing-masing tangkainya. Lodicula yang berjumlah dua buah, sebenarnya merupakan daun mahkota yang telah berubah bentuk. Pada waktu padi hendak berbunga, lodicula menjad imengembang karena menghisap cairan dari bakal buah. Pengembangan ini mendorong lemma dan palea terpisah dan terbuka. Hal ini memungkinkan benang sari yang memanjang keluar dari bagian atas atau dari samping bunga yang terbuka tadi. Terbukanya bunga diikuti dengan pecahnya kandung serbuk, yang kemudian menumpahkan tepung sarinya. Sesudah tepung sarinya ditumpahkan dari kandung serbuk maka lemma dan palea menutup kembali.   Dengan berpindahnya tepung sari dari kepala putik maka selesailah sudah proses penyerbukkan. Kemudian terjadilah pembulaian yang menghasilkan lembaga danendosperm. Endosperm adalahpenting sebagai sumbercadangan makanan bagitanaman yang baru tumbuh

C. Triticum aestivum L.
Sinonim
Triticum hybernum L.
Tri            ticum macha Dekap. & Menab.
Triticum Triticum sativum Lam.
Triticum sphaerococcum Percival
Triticum vulgare Vill.

Nama umum
Indonesia :Gandum
Inggris      :Bread wheat, common wheat, soft wheat
Melayu     :Gandum
Vietnam   :Lua mì
Cina          :Xiao mai
Jepang      :Komugi

Klasifikasi
Kingdom              : Plantae (Tumbuhan)
Subkingdom         : Tracheobionta (Tumbuhan berpembuluh)
Super Divisi         : Spermatophyta (Menghasilkan biji)
Divisi                    : Magnoliophyta (Tumbuhan berbunga)
Kelas                    : Liliopsida (berkeping satu / monokotil)
Sub Kelas             : Commelinidae
Ordo                     : Poales
Famili                   : Poaceae (suku rumput-rumputan)
Genus                   : Triticum
Spesies                 : Triticum aestivum L.,Triticum vulgare (Vill.)
Zat Berkhasiat Utama / Isi        :           Amilosa dan amilopektin,air, abu
Penggunaan                                :           Bahan penolong bahan sediaan obat
Bagian Yang Digunakan           :           Pati yang diperoleh dari buah (AMYLUM TRITICI (E.F.I.))
Morfologi biji gandum
     Morfologi biji gandum – Pada umumnya, kernel berbentuk ofal dengan panjang 6–8 mm dan diameter 2–3 mm. Seperti jenis serealia lainnya, gandum memiliki tekstur yang keras. Biji gandum terdiri dari tiga bagian yaitu bagian kulit (bran), bagian endosperma, dan bagian lembaga (germ). Bagian kulit dari biji gandum sebenarnya tidak mudah dipisahkan karena merupakan satu kesatuan dari biji gandum tetapi bagian kulit ini biasanya dapat dipisahkan melalui proses penggilingan.
     Tanaman gandum termasuk tanaman monokotil atau tanaman dengan biji berkeping satu sehingga tipe perkecambahan pada tanaman sorgum adalah Hipogeal yaitu pertumbuhan memanjang dari epikotil yang meyebabkan plumula keluar menembus kulit biji dan muncul di atas tanah. Kotiledon relatif tetap posisinya. Tanaman gandum tergolong tanaman menyerbuk sendiri secara alami sebab letak bunga jantan dan bunga betina tidak terpisah tetap dalam satu tempat. Karena tanaman sorgum menyerbuk sendiri sehingga penyerbukannya juga dilakukan dengan bantuan angin atau biasa disebut dengan Anemogami. (Ilmi Irfan, 2010).
  Suku Arecaceae
    .   Palem Kuning
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgY1YfvdpT3JZ8-xYhnl5hINGpfeoWMvDJd7APVnS-zWSDVVwSmREe6URyWQypH5SsZ3eZDS2dXfzaw4oJIzeTMjDTwJp33HfG1xTPUsV_q4Xy5cqLaFKBR-1yAQ6d9T4m1Slm0xS20VDA/s320/palem.jpg


Klasifikasi:     
·         Kingdom                  : Plantae (Tumbuhan)
·         Subkingdom             : Tracheobionta (Tumbuhan berpembuluh)
·         Super Divisi              : Spermatophyta (Menghasilkan biji)
·         Divisi                        : Magnoliophyta (Tumbuhan berbunga)
·         Kelas                        : Liliopsida (berkeping satu / monokotil)
·         Sub Kelas                 : Arecidae
·         Ordo                         : Arecales
·         Famili                       : Arecaceae (suku pinang-pinangan)
·         Genus                       : Ceratolobus
·         Spesies                      : Ceratolo Palem Kuning

Ciri-ciri:
 Warna helai daun hijau terang, cenderung kekuningan (sehingga disebut palem kuning).
• Daun ini memiliki pelepah daun yang cukup panjang dan menutupi batang yang beruas-ruas.
  Jumlah anak daun sekitar 80 hingga 100 lembar.
  Mayangnya dapat mencapai 1m dengan bunga berwarna kuning.
   Buah berdiameter hingga 2,5m dan berwarna kuning hingga ungu.
   Dapat diperbanyak  dengan cara vegetatif.

  Suku Araceae
COLOCASIA ESCULENTA SCHOTT
Nama umum         :
Eunpue (Aceh) Keladi (Batak)
Gelo (Jawa) Tales (Jawa)
Tales (Bali)
Ufi lole (Flores)
Paco (Makassar) Aladi (Bugis)
Bete (Maluku) Komo (Maiuku)
Klasifikasi
Kingdom              :plantae
Sub kingdom        :taheobionta
Super divisi          :Spermatophyta
Sub Kelas             :Angiospermae
kelas                     :Monocotyledoneae
ordo                      :Arales
family                   :Araceae
genus                    :Colocasia
spesies                  :Colocasia esculenta Schott

2.5    KELAS LILIOPSIDA 2
·         SUKU LILIACEA
A.    Allium sativum L.
Nama umum
Indonesia           :Bawang putih, bawang bodas (Sunda) ;
Inggris                :garlic;
Vietnam             :Toi ;
 Thailand            :Krathiam, hom tiam;
Pilipina               :Bawang;
Cina                    :da suan Bawang Putih
Klasifikasi
Kingdom            : Plantae (Tumbuhan)
Subkingdom       : Tracheobionta (Tumbuhan berpembuluh)
Super Divisi       : Spermatophyta (Menghasilkan biji)
Divisi                  : Magnoliophyta (Tumbuhan berbunga)
Kelas                  : Liliopsida (berkeping satu / monokotil)
Sub Kelas           : Liliidae
Ordo                   : Liliales
Famili                 : Liliaceae (suku bawang-bawangan
Genus                 : Allium
Spesies               : Allium sativum L.
Bagian yang digunakan           :Umbi lapis (ALII  SATIVI BULBUS (MMI))
Zat berkhasiat utama / isi        : Minyak atsiri yang mengandung;     dialildisulfida 60 %, alilpropil disulfida 6 %, alliin.
Penggunaan                  :    Antikolesterol  
Deskripsi tanaman                   : Tumbuhan berumpun yang bersiung-siung, tiap siung terbungkus dengan kulit tipis. Daunnya berbentuk pita dan berakar serabut. Bunganya berwarna putih.

B.      Allium cepa var. aggregatum L.
Nama umum
Indonesia           :Bawang merah, bawang beureum, brambang;
Inggris                :Shallots, golden shallots;
Melayu               :Bawang merah;
Vietnam             :Hanh cu, hanh ta;
Thailand             :Horm daeng, horm dang;
Pilipina               :Sibuyas;
Cina                   :Huo cong;
 Jepang               :Esharetto
Klasifikasi
Kingdom            : Plantae (Tumbuhan)
Subkingdom      : Tracheobionta (Tumbuhan berpembuluh)
Super Divisi       : Spermatophyta (Menghasilkan biji)
Divisi                 : Magnoliophyta (Tumbuhan berbunga)
Kelas                  : Liliopsida (berkeping satu / monokotil)
Sub Kelas           : Liliidae
Ordo                  : Liliales
Famili                 : Liliaceae (suku bawang-bawangan)
Genus                 : Allium
Spesies               : Allium cepa var. aggregatum L.

Bagian tanaman yang digunakan      : Umbi lapis
Kandungan kimia                                : Minyak atsiri; sikloaliin; metilaliin; dihidroaliin; flavonglikosida; kuersetin; saponin; peptida; fitohormon; vitamin; zat pati
Khasiat: Bakterisid; ekspektoran; diuretik
Deskripsi tanaman                               : Herba semusim, tidak berbatang. Daun tunggal memeluk umbi lapis. Umbi lapis menebal dan berdaging, warna merah keputihan. Perbungaan berbentuk bongkol, mahkota bunga berbentuk bulat telur. Buah batu bulat, berwarna hijau. Biji segi tiga warna hitam.



C.    Aloe vera L.
Nama umum
Indonesia         :Lidah buaya;
   Inggris             :Aloe, Medicinal aloe;
   Pilipina            :Sabila;
   Cina                 :lu hui

Klasifikasi
Kingdom          : Plantae (Tumbuhan)
Subkingdom     : Tracheobionta (Tumbuhan berpembuluh)
Super Divisi      : Spermatophyta (Menghasilkan biji)
Divisi                : Magnoliophyta (Tumbuhan berbunga)
Kelas                 : Liliopsida (berkeping satu / monokotil)
Ordo                 : Asparagales
Famili                : Liliaceae
Genus               : Aloe
Spesies              : Aloe vera L.
Bagian yang digunakan         :Cairan yang keluar dari potongan daun segar. (ALOE)
Penggunaan                :Pencahar
Zat berkhasiatutama / Isi       :Damar, aloin, air dan abu. Sifat Purgatif disebabkan oleh 3 pentosida yaitu  barbaloin (=aloin), isobarbaloin dan betabarbaloin. Hidrolisa dari barbaloin antara lain menghasilkan aloe emodin dan d-arabinosa.

MORFOLOGI
Tanaman lidah buaya termasuk semak rendah, tergolong tanaman yang bersifat sukulen dan menyukai hidup di tempat kering. Batang tanaman pendek, mempunyai daun yang bersap-sap melingkar (roset). Panjang daun 40-90cm, lebar 6-13cm, dengan ketebalan lebih kurang 2,5cm dipangkal daun, serta bunga berbentuk lonceng.
Budidaya Tanaman Lidah Buaya
a. Batang
Batang tanaman lidah buaya berserat atau berkayu. Pada umumnya sangat pendek dan hampir tidak terlihat karena tertutup oleh daun yang rapat dan sebagian terbenam dalam tanah. Namun, ada juga beberapa species yang berbentuk pohon dengan ketinggian 3-5m. Species ini dapat dijumpai di gurun Afrika Utara dan Amerika. Melalui batang iniakan tumbuh tunas yang akan menjadi anakan.
b. Daun
Seperti halnya tanaman berkeping satu lainya, daun lidah buaya berbentuk tombak dengan helaian memanjang. Daunnya berdaging tebal tidak bertulang, berwarna hijau keabu-abuan dan mempunyai lapisan lilin dipermukaan; serta bersifat sukulen, yakni mengandung air, getah, atau lendir yang mendominasi daun. Bagian atas daun rata dan bagian bawahnya membulat (cembung). Di daun lidah buaya muda dan anak (sucker) terdapat bercak berwarna hijau pucat sampai putih. Bercak ini akan hilang saat lidah buaya dewasa. Namuntidak demikian halnya dengan tanaman lidah buaya jenis kecil atau lokal. Hal ini kemungkinan disebabkan faktor genetiknya. Sepanjang tepi daun berjajar gerigi atau duri yang tumpul dan tidak berwarna.
c. Bunga
Bunga lidah buaya berbentuk terompet atau tabung kecil sepanjang 2-3cm, berwarna kuning sampai orange, tersusun sedikit berjungkai melingkari ujung tangkai yang menjulang keatas sepanjang sekitar 50-100cm.
d. Akar
Lidah buaya mempunyai sistem perakaran yang sangat pendek dengan akar serabut yang panjangnya bisa mencapai 30-40cm.

   Suku Agavaceae
      Lidah mertua
Klarifikasi
Kingdom            : plantae
Sub kingdom     :tracheobionta
Superdivisi         :spermathophyta
Divisi                 :magnoliophyta
Kelas                  :liliopsida
Ordo                  : Liliales.
Famili                 : Agavaceae.
Genus                 : Sansevieria.
Spesies               : Sansevieria trifasciata Prain.
Rimpang/Rhizoma : Menjalar (dibawah dan kadang diatas tanah).
Klasifikasi Tumbuhan » Dioscorea hispida Dennst.

  Suku Dioscoreaceae
    Dioscorea hispida Dennst
Nama daerah      :gadung
    Klarifikasi
Kingdom            :plantae
Sub kingdom     : traheobionta
Super divisi        : spermathophyta
Divisi                 :magnoloiophyta
Kelas                  :liliopsida
Ordo                  :liliales
Family                : Dioscoreaceae
Genus                 : Dioscorea
Spesies               : Dioscorea hispida Dennst
  Suku Orcidacea
Paraphalaenopsis serpentilingua
Nama umum
     Nama Indonesia:Anggrek bulan Kalimantan Barat
     Paraphalaenopsis serpentilingua
Klasifikasi
Kingdom            : Plantae (Tumbuhan)
Subkingdom      : Tracheobionta (Tumbuhan berpembuluh)
Super Divisi       : Spermatophyta (Menghasilkan biji)
Divisi                 : Magnoliophyta (Tumbuhan berbunga)
Kelas                  : Liliopsida (berkeping satu / monokotil)
Sub Kelas           : Liliidae
Ordo                  : Orchidales
Famili                 : Orchidaceae (suku anggrek-anggrekan)
Genus                 : Paraphalaenopsis
Spesies               : Paraphalaenopsis serpentilingua

2.6    PERBEDAAN SUKU LILIACE DAN POACEAE
SUKU LILIACEAE
1.      Terna dengan rimpang atau umbi lapis, kadang – kadang semak ataun perdu berupa tumbuhan memenjat.
2.      Daun tunggal tersebar pada batang atau terkumpul sebagai akar roset. Akar kalanya tereduksikan cabang-cabang berubah mennjadi kladodium.
3.      Bunga kecil smpai sangat besar dan amat menarik, kebnyakan banci, aktinomorf atau sedikit zigomorf.
4.      Hiasan bunga berupa tanda bunga yang mempunyai mahkota dengan atau tanpa pelekatanberupa buluhterdiri atas 6 daun Tanda bunga, jarang hanya 4 atau lebih dari 6, kebanyakan jelas kesusun dalam 2 lingkaran.
5.      Benang sari 6, jarang sampai 12 atau hanya 3berhadapan dengan daun – daun dengn tenda bunga. Tangkai ssari bebas atau berlekatan dengan berbagai cara. Kepala sari beruang dua, membuka dengan celah membujur, jarang dengan 1 liang bujurnya.
6.      Bakal buah menumpang atau setengah tengela, kebnyakan beruang 3, dengan tembuni di sudut-sudut ruang.
7.      Berupa buah kendaga atau buah buni. Biji dengan banyak sekaliendosperm, lembaga lurus atau bengkok.
8.      Suku ini meliputi sekitar 4000 jenis tumbuhan, terbagi dalam 240 marga yang di kelompokin dalam anak suku.


SUKU POACEAE
1.      Berupa terna, semak, atau pohon annual atau perinial.
2.      Batang dengan posisi bermacam-macam ada tang tegak, serong ke atas, berbaring atau meratap dengan rimpang didalam tanah.
3.      Bentuk batang silinder panjang, jelas berbuku-buku dan beruas-ruas, berongga, dan bersekat – sekat pada buku –bukunya.
4.      Daun kebanyakan pita, panjang, bertulang sejajar, tersusun sebgai rozet berseling dalam dua baris pada batang, terdiri atas helaian, upih dan lidah.
5.      Bunga banci kecil tidak menarik, tiap bunga terdapat ketiak daun pelindung yang di sebut “palea infperior”.
6.      Kelopak berubah menjadi “ palea superior”, terdiri 2 kelopak berlekatan berhadapan dengan palea inferior.
7.      Mahkota terdiri dari 2 daun mahkota yang telah berubah menjadi badan seperti sisik dan membekak “lodicula”
8.      Benang sari 1-6, tangkai sar hau, kepala sari beruang 2 dan membuka dengan celah membujur disebut dengan bunga semu “floret”, dalm setiap floret terdapat bakal buah yang menumpang, beruang satu denga biji anatrorf
9.      Tangkai puti 2 dengan kepal putik.
10.  Buah seperti buluh padi yaitu buah dengan 1 bijidengan bijinya berlekatn dengan kulit buah.
11.  Iji denga endosperm, lembaga terdapat pada sisi yang jauh dari sumbu.
                                                                                     
    
   
































BAB III

KESIMPULAN


     Dari semua materi diatas kita bisa mengetahui pngertian dari magnoliophyta. Magnoliophyta sendiri dibagi mnjadi 2 kelompok yaitu Liliopsida dan Magnoliopsida.
     Kelas Liliopsida dan Magnoliopsida itu sendiri mempunyai ciri-ciri yang berbeda dan kita juga bisa membedakannya dari contoh tumbuhannya itu sendiri dengan klarifikasinya yang dilihat dari makalah diatas.
     Makalah diatas juga membahas contoh dari salah satu kelas Liliopsida lengkap dengan toksonominya dan membahas morfologi dari setiap contoh tanaman tersebut.
    

Tidak ada komentar:

Posting Komentar